Sebelum aku menulis posting, aku hendak menyampaikan bahwa posting ini samasekali dan bukan bermaksud untuk menggurui bro atau sist semua tapi berangkat dari niat dan keinginan untuk berbagi dengan cara menceritakan pengalamanku dan semoga bisa diambil hikmah atau manfaatnya.
Waktu sore yang cerah diteras sebuah pesantren, aku sedang berbincang dengan bapak yang menjadi pimpinan dan pemilik pesantren. Saat itu kami hanya membicarakan hal - hal ringan mulai dari riwayat dan pengalaman beliau bagaimana bisa sampai mendirikan pesantren yang dipimpinnya sampai dengan saat ini.
Waktu sore yang cerah diteras sebuah pesantren, aku sedang berbincang dengan bapak yang menjadi pimpinan dan pemilik pesantren. Saat itu kami hanya membicarakan hal - hal ringan mulai dari riwayat dan pengalaman beliau bagaimana bisa sampai mendirikan pesantren yang dipimpinnya sampai dengan saat ini.
Sampai suatu ketika aku bertanya kepada beliau, apa sebenarnya esensi dari konsep sedekah menurut Islam. Beliau menjawab pertanyaanku itu dengan bijak bahwa seseorang belum bisa disebut menjalankan ibadah sedekah apabila dia belum bisa mendharmakan/menyedekahkan barang yang paling ia suka dengan ikhlas. lalu beliau juga menambahkan bahwa setiap sedekah yang dilakukan tanpa rasa ikhlas hanya akan mengharapkan pujian atau sanjungan dari manusia lain atau riya dan riya tersebut sesungguhnya merupakan syirik kecil dan menghilangkan pahala dari sedekah itu sendiri Tidak sedikit orang yang pahala ibadah sedekahnya hilang oleh telunjuknya sendiri, ya telunjuknya sendiri. contohnya bila ia menyumbang dana bagi pembangunan mesjid maka dengan pede nya ia memberitahukan pada setiap orang dengan menunjuk bahwa mesjid tersebut mungkin saja tidak akan selesai pembangunannya bila saat itu ia tidak menyumbang dana.
Mendengar jawaban dari beliau atas pertanyaanku itu, aku sebenarnya diam diam aku merasa malu sebab selama ini aku belum pernah dan masih terlalu berat bila harus menyedekahkan barang yang aku suka. Jangankan barang yang aku suka aku sedekahkan, menyedekahkan sedikit rezeki yang aku perolehpun masih fifty fifty rasanya apalagi bila hendak bersedekah dalam jumlah yang cukup besar dengan kata lain kerakusan dan ketamakan masih menjadi faktor yang kadang cukup dominan. lalu aku bertanya lebih lanjut kepada beliau bagaimana caranya agar bisa mengimplementasikan jawaban pertama beliau atas pertanyaanku itu. Beliau tersenyum dan menjawab bahwa tidak mungkin bila secara instan bisa menjalankan konsep ibadah seperti uraian sebeleumnya tapi bukan berarti tidak mungkin dilaksanakan, semua itu bisa terwujud melalui proses pembelajaran diri dan yakin sepenuh hati bahwa ibadah sedekah yang dilakukan dengan ikhlas merupakan salahsatu bentuk bersyukur atas semua nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh ALLAH SWT kepada kita dan niscaya apabila kita pandai untuk bersyukur maka nikmat tersebut akan bertambah.
Tak terasa hari telah senja dan aku pun permisi untuk pulang dan mengucapkan terikasih kepada beliau karena syareatnya telah memberikan pencerahan dan pengetahuan.
*gambar diambil dari http://jejakaterhangat.com

Memang seharusnya begitu mas kalau kita bersedekah, karena kalau kita selalu menginggat ingat sedekah kita maka akan membuat diri kita menjadi riya'. Dan kalau bisa saat kita bersedekah seperti orang yang (maaf) buang hajat. Setelah kita mengelurakan maka kita melupakan apa yang telah kita keluarkan dan tidak selalu mengingat terus apa yang telah kita keluarkan :D :D
ReplyDeleteSalam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Memang demikian esensi dari ibadah sedekah, tanpa riya dan tak mengharapkan imbalan apapun semata mata hanya mengharap ridho Allah SWT.
ReplyDeleteTerima kasih atas kunjungannya ke blog aku ini ya mas..hehe
iya sama sama mas, salam kenal kembali :)