Tuesday, 15 November 2011

Petualangan Tintin


Tintin (google)
“Demi topan badai, Tintin akhirnya muncul juga ke layar lebar.” Umpatan itu mungkin akan keluar dari mulut Kapten Haddock sekiranya ia benar-benar menjadi karakter nyata. Dari sekian banyak komik yang popular, hanya Tintin yang sepertinya telat diangkat ke layar lebar oleh Hollywood.
Siapa yang tidak tahu serial komik yang mengisahkan  petualangan Tintin (Les Aventures de Tintin et Milou) karangan seorang artis berkewarganegaraan Belgia bernama  Herge. Menurut informasi yang aku baca dari wikipedia, Herge adalah pseudonim atau nama samaran dari Georges  Remi yang hidup dari tahun 1907 s.d. 1983.  Serial Les Aventures de Tintin et Milou pertama kali muncul  sebagai lampiran pada bagian anak anak disebuah koran belgia yang terbit pad tanggal 10 Januari tahun 1929. Serial komik petualan Tintin karangan Herge tersebut sangat digemari karena gambar komiknya rapi dan bersih serta banyak menuai kritik, hal ini tidak terlepas didasarkan pada riset yang mendalam oleh herge yang terbagi beberapa aliran, yaitu : petualangan dengan elemen fantasi, misteri, politik dan sains fiksi.
Georges Remi dan Tintin (google)
Pada kemunculan pertamanya disebuah koran belgia berbahasa Prancis “Le Vingtieme Siecle”, Tintin digambarkan sebagai seorang wartawan muda belgia dan juga seorang pengembara yang selalu ditemani oleh ditemani oleh seekor anjing setia jenis fox terrier yang bernama bernama Milo (dalam bahasa Prancis “Milou”) atau Snowy dalam salahsatu komik versi Indonesia. Nama Milou itu sendiri tidak ada kaitannya hubungannya sama sekali dengan salju ataupun warna putih. Namanya berasal dari nama julukan (nickname) dari pacar Herge di masa mudanya yang bernama Marie-Louise Van Cutsem.
Grup Tintin (google)
Setelah Kemunculan Tintin dan Milo dalam Les Aventures de Tintin et Milou, dalam kisah dimunculkan beberapa tokoh tambahan seperti Kapten Haddock  yang terkenal dengan sumpah serapahnya berupa rangkaian kata seperti mempergunakan berbagai bentuk rangkaian kata-kata umpatan untuk menyampaikan perasaannya yang sedang gundah ataupun marah, seperti "Kepiting Busuk!" ("Billions of bilious blue blistering barnacles!"), "Sejuta Topan Badai!" ("Ten thousand thundering typhoons"), "Buaya Darat!" ("troglodytes"), , "kleptomaniak", "Cacing Kremi!" ("ectoplasm"), "sea gherkin", "anacoluthon", dan "Cacar Air!" ("pockmark") namun dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kepelautan dan asas kesetaraan. Kemudian Profesor Lakmus atau Professeur Tournesol yang sangat cerdas namun memiliki masalah dengan pendengarannya. Dan tak lupa karakter Dupont dan Dupont atau Thonson dan Thomson (dalam bahasa Inggris) dua detektif kembar yang sangat tidak kompeten.

0 comments:

Post a Comment

Share it