Saturday, 7 December 2013

Tiga Ekor Burung


Disebuah toko yang menjual burung dan pakan ternak, ada tiga ekor burung yang dijual dengan harga yang berbeda. Burung yang pertama Mempunyai warna dan corak bulu yang sangat indah, selain itu memiliki kemampuan untuk menyanyikan 10 lagu. Burung ini dijual dengan harga Rp. 1.500.000,-. 
 Burung yang kedua memiliki corak dan warna bulu yang tidak kalah indah dengan burung yang pertama serta memiliki kemampuan untuk menyanyikan 25 lagu, burung yang kedua ini dijual dengan harga Rp. 3.500.000,-.

Burung yang ketiga dari warna dan corak bulu sama menariknya dengan burung yang pertama, yang membedakannya yaitu burung yang ketiga ini memiliki kemampuan untuk menyanyikan 50 lagu dan dijual dengan harga Rp. 10.000.000,- 

Selain tiga ekor burung yang memiliki kemampuan menyanyikan lagu dan dijual dengan harga yang berbeda, ada satu ekor lagi burung ditoko tersebut. Burung ini memiliki corak dan warna bulu yang biasa saja, tidak menarik sama sekali dan sama sekali tidak bias menyanyikan satu lagupun tapi aneh, oleh pemilik took burung ini dijual dengan harga yang cukup fantastis yaitu dibanderol dengan harga Rp.50.000.000,-. 

Sungguh suatu harga yang mahal untuk seekor burung yang sepintas tidak memiliki kelebihan apapun baik itu dari warna maupun kemampuan untuk menyanyikan lagu. Setelah aku tanyakan pada pemilik toko, kenapa dia menjual burung yang keempat dengan harga yang begitu mahal, padahal tidak ada yang menarik dan nilai jual dari burung tersebut. Pemilik toko hanya tersenyum mendengar pertanyaan saya lalu menjawab : “ bapak jangan terkecoh oleh penampilan dan kemampuan yang tampak dari burung ini, saya menjual burung ini dengan harga Rp. 50.000.000,- bukan tanpa alasan, saya menjualnya dengan harga yang pantas sebab orang tidak mengetahui bahwa lagu – lagu yang dinyanyikan oleh tiga burung yang ada ditoko saya, semua lagu – lagu tersebut merupakan karangan dari burung yang keempat, dengan kata lain burung yang keempat ini merupakan burung yang mengarang lagu – lagu yang dinyanyikan oleh burung lainnya”. 

Berdasarkan cerita diatas, alangkah bijaksana apabila kita tidak terlalu mudah untuk begitu gampang menilai atau bahkan menghakimi segala sesuatu yang memang belum kita ketahui secara persis apa hal itu sebenarnya. Hanya sebuah cerita dan semoga memberikan manfaat bagi pembacanya.

Share it